Naiknya Harga Beras (simbol kegagalan pemerintah)

               Sungguh memalukan. Di negara dengan julukan negara agraris lengkap dengan tingginya presentasi petani di dalamnya, untuk kesekian kalinya terjadi kenaikan harga beras. bahkan beberapa media masa memberitakan kenaikan itu mencapai Rp. 6500,-/kg. Ironisnya, alam kembali dijadikan kambing hitam utama. padahal kehidupan telah sebegitu modern. Tekhnologi terus mendukung berkembangnya prinsip-prinsip ekonomi. Jika masih menyalahkan alam, lantas apa bedanya antara Indonesia sekarang dengan manusia purba beserta budaya no madennya? Apakah tidak lebih tepat bila kita menganggap (masalah naiknya harga beras)  sebagai sebuah simbol kegagalan pemerintah dalam menjalankan fungsinya?

                  Bukti-bukti di lapangan membuktikan bila pemerintah tidak serius menangani urusan beras. terbukti dengan banyaknya keluhan para petani tentang air yang tidak mencukupi. Padahal air adalah kebutuhan utama untuk sebagian besar jenis padi yangditanam di Indonesia. Seolah pemerintah lebih asik menangani masalah eksistensi Indonesia. Bahkan ada isu tentang akan diikutsertakannya Indonesia dalam sebuah organisasi negara penghasil gas (seperti OPEC yang dimiliki negara penghasil minyak). Apakah itu lebih penting dari soal pemenuhan pangan di dalam negeri?

                 Jika pun ada langkah yang dilakukan pemerintah, untuk saat ini masih langkah yang instan dan pragmatis. Impor beras. Koran harian Kedaulatan Rakyat (15 Februari 2007) memberitakan bahwa Memperdag Elka Pangestu berbicara mengenai impor beras sebanyak 500 ton akan segera direalisasikan.   Padahal menurut hemat penulis, memperbaiki jaringan irigasi sampai kepada milyaran sawah di Indonesia jauh lebih prospek. Tidak hanya untuk sementara (seperti jika inisiatif pemerintah untuk mengimpor beras) tetapi setidaknya bisa meningkatkan stok beras yang ada dalam jangka waktu  lama.  

              Wajar jika kemudian masyarakat begitu pesimis kepada apapun yang dilakukan kepada pemerintah untuk saat ini. tak hanya pada pemerintah, hari esok mereka sendiri saja mereka begitu pusing.

              Jelas asumsi itu muncul bukan tanpa asap. Kemajuan dalam kemunduran tengah terjadi di Indonesia. Kemajuanajuan  dalam tekhnologi dan eksistensi,  namun kemunduran dalam hal yang sangat prinsipil; PANGAN.

            Jika anda menyempatkankan diri untuk sejenak berbincang dengan masyarakat dipedasaan. mereka kerap mengatakan jika rezim Soeharto lebih nyaman. Karena harga kebutuhan pokok terjangkau. Bagi mereka tentu makanan pokok yang terjangkau lebih penting dari segala yang diprioritaskan pemerintah saat ini.  itulah mengapa penulis berasumsi bahwa naiknya harga beras adalah simbol utama gagalnya kinerja pemerintah. terlebih jika kita ingat prinsip ekonomi yang paling sederhana, harga barang akan naik jika barang tesebut langka. artinya ketika sekarang harga beras naik berarti beras itu langka dan lebih jauh lagi mengandung arti ketidakmampuan pemerintah memenuhi pangan di dalam negerinya sendiri. Kecuali jika pemerintah telah menemukan alasan yang sedemikian sempurna tentang makanan yang tidak penting bagi kelangsungan hidup manusia.          

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s