Tentang sebuah ucapan

 KESETIAANMU, KESETIAANKU DAN KESETIAAN KITA SEMUA

      Beberapa waktu yang lalu aku sempat berucap,
jika ada semacam kebosanan pada seorang kekasih.
banyak pertanyaan yang muncul usai kalimat itu
terurai. Masihkah aku mencintainya? Masihkah aku
menyimpan harapan pada hubungan yang telah sekian
bulan terakit ini? dan tentu saja masih banyak
pertanyaan klise lainnya yang begitu merisaukanku.
semoga lewat catatan kecil ini semua itu terangkum.
       Sebelumnya, ijinkan aku bercerita tentang
diriku terlebih dahulu. Meski aku faham, kau tentu
sedikit banyak telah lebih paham.
       Banyak orang bertanya tentang keliaran dan
kelancanganku. bahkan pada seorang kekasih. mereka
sering mengutukku karena aku terlalu jujur pada
seorang kekasih. bahkan saat aku mengagumi seorang
perempuan lainpun aku masih bercerita pada kekasihku.
Tapi aku tidak menyesal dan tidak akan merubah caraku
menjalani hubungan. biarlah kekasihku tau dengan
pengetahuan yang sesungguhnya tenbtang diri kekasihnya
ini, tentang bagaimana aku yang sebenarnya.
       Meski beberpa kali aku sempat dilanda gelisah
karena murka seorang kekasih akibat kejujuranku itu.
aku hanya ingin berbagi dan menganggap kekasih bukan
benda mati.
        Tentang kebosanan di awal cerita, aku pikir
itu wajar terjadi. saat aku dan kasihku telah lebih
dari setahun menjalani sebuah hubungan. toh aku dan
dia adalah manusia yang sangat mungkin menyimpan rasa
bosan untuk hal yang statis. Tetapi…mungkin yang
perlu aku tegaskan adalah bahwa KEBOSANAN BUKAN AKHIR
CERITA
. itu hanya salah satu bagian dari refleksi.
Sudahkah kita menjadi sepasang kekasih yang baik?
seperti yang kita hayalkan pada awal kisah kita. 23
Oktober silam.
        Tidak saling mengganggu proses masing-masing.
        Saling mendukung
        Saling memberi masukan dan kritikan
        Saling terbuka
        Dan seribu hayalan yang tak kuingat semua.
      Jadi kebosanan yang tengah menghunusku adalah
sebuah pondasi, sebagai jalan kita belajar untuk
menjadi kekasih yang baik dan nantinya akan semakin
meneguhkan tiang yang tengah kita bangun.
      Lantas untuk jawaban pertanyaan berikut….
        masihkah aku mencintainya?
        Masihkah aku menyimpan harapan pada
        hubungan   kita?
      Jelas masih ada harapan untuk hubungan kita, dan
tentu aku masih mencintainya. justru itulah yang
menjadi pemantik ucapanku “Kadang aku bosan” yang
terlontar beberapa waktu lalu. Karena bagiku fungsi
kekasih bukan hanya untuk merakit senyum. tetapi juga
untuk merakit kedewasaan, merakit intlektual dan
merakit proses. Bukankah hubungan akan terus berjalan
jika kita saling mengerti posisi kita, mengerti akan
proses yang tengah dijalani oleh kekasih kita?
sehingga nantinya kita akan semakin bijak dalam
menghadapi persoalan. tidak hanya melihat dari satu
sudut pandang saja. tidak apatis.
      Semoga aku tidak salah berharap.
      Mimpiku adalah sebuah hubungan yang turut serta
mwnjadi prosessemakin matangnya jiwa dan pemikiran
kita. Demi kedewasaan, arif dan bijaknya pribadi.
bukankah hasil dari proses itu akan kembali kepada
kita.
      Pesanku. jangan puas dengan tulisan ini. Carilah
jawaban sesukamu. Semesta telah menyediakan dirinya
untuk pembelajaranmu. dan waktu telah menjadikan
pengalaman sebagai guru.
      KITA ADALAH KITA
      BUKAN DIA ATAU MEREKA
     
      maaf jika ada kata yang salah. tapi inilah yang
ingin kusampaikan pada seorang kekasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s