Saya manusia mayat

Nama saya mayat, kamu siapa? Barangkali kamu makhluk hidup? Betlkah demikan? Ya, saya memang pernah hidup seperti kamu. Menikmati persenggamaan, sembari memotong leher musuh. Memang terasa begitu nikmat. Tapi itu dulu. Dulu sekali. Semenjak detik di hari itu saya berubah. Persetubuhan yang awalnya menjadi ekstase setan yang dilegalkan dengan mengantongi dua puluh halaman buku saku dengan kertas kuning keemasan dan menyebut nama Tuhan, menjadi demikian hambar. Dan ketika tenaga yang telah saya kumpulkan beberapa hari itu muncrat, yang ada hanya hampa. Ketika saya tertawa tawa saya menjadi selimut atas diam seonggak mayat.

Mayat-mayat-mayat-mayat-mayat. Mayat!mayat? ya mayat itu aku. Aku itu mayat. Itu mayat aku. Bukan kamu. Kamu masih masih merasa menang, aku tidak. Kamu masih mencari Tuhan, aku tidak. Kamu masih butuh makan untuk kenyang, aku butuh makan sekadar menyambut teriakan perut. Kamu masih menikmati apa, aku tidak. Bagiku yang apa itu fana, kosong. Dan kosong sudah tidak dapat dibagi lagi. Ringkasnya, aku manusia mayat dan kamu manusia hidup.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s