hingga suatu ketika

aku tak butuh alasan untuk menerima nama-nama baru sebagai bagian dari hatiku. keluarga baru tepatnya. ya. merekalah orang-orang yang sampai detik ini kupandang  sebagai teman terbaik.

saudara,

aku tak butuh apa dan mengapa

semenjak terbangun dan kita meminum darah yang sama:

leluhur yang dipertuankan

luka dan tawa kita bawa bersama

sembari tangan mengepal

tanpa lupa sedikitpun kepada Zat yang menguasai jagad raya

28 Nov 2008

6 thoughts on “hingga suatu ketika

  1. HEhehehe. adiku yang penuh kreativitas…bangga jadi kakaknya nehh…
    Hem tepat sekali ketika kau menyebut kami keluarga bahkan kalo bisa lebih dari kata keluarga donk..(ehm apa ya)
    Setidaknya trimakasih ketika kau menuliskan “luka dan tawa kita bawa bersama”
    Airmataku jadi kering seketika, tapi ketika angkara menerpa mataku meleleh lagi neeehhhh….
    Tapi aku percaya, pasti pangeran penghapus airmata akan datang…. Makasih atas semuanya….

  2. kik sudah baca serat wedhatama? yen wis yo wis yen durung wacanen yo le…. menawa ana jawaban sing kepengen mbok goleki….heh..heh…uhuk..uhk…aku wis tuwo isone mung ngandani….heh…heh…

  3. Wah senengnya adiku,
    Eyang kakung sampun rawuh, njiH???Eyang….hehehe lucu juga…eyang kapan pentas, pengen mirsani…
    Bidadari airmata tersenyum….ehm tapi kalo tersenyum, jadi lenyap dunk sosokku..ya udah, bidadari airmata senyum sampe nangis dehhhh…aneh ya, dek???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s