eksploitasi atas luka

Eksploitasi atas Luka

pena: Pekik Nursasongko

oalah. Luka–luka. kasian banget si kamu sekarang. nggak pernah lagi ditimang-timang dan disayang-sayang. padahal dulu kamu dimanjakan. setiap kamu datang, selalu ada persembahan air mata, atau sekadar memaki. tapi sekarang, kau tak lebih dari diksi ‘luka’ itu sendiri.

habis bagaimana lagi. ketika kamu semakin puas tertawa atas setiap persembahan air mata, kami justru banyak belajar. kamu lemah dan bodoh, ketika persembahan itu datang, kau timpakan lagi sakit dan kecewa baru, dan itulah yang akhirnya membuat kami tersadar. bahwa ketakutan akan kedatanganmu itu sebenarnya hanya bayangan saja. yupz. takut akan kelaparan, kesedihan, kematian, kehilangan, itukan hanya bayangan. toh mentok-mentoknya kamu hanya mengirimkan kematian sebagai ajian pamungkas. ya to? padahal kematian itu lo apa? hidup dan matikan hanya peristiwa saja. jika jurus terhebatmu sudah dianggap ringan, apa lagi yang ditakutkan. bahkan seorang saudara baru saja mengatakan bahwa luka adalah pelangi. nek wes nganggep raimu ki pelangi, koe arep ngopo maneh? ha?

koe arep teko yo malah kebeneran, tak ngge sinau ngasah urip.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s