Mata Cerita (Kagem Panembahan Senopati

Kita Duduk berhadapan

menduduki matahari dan bulan

waktu dan peristiwa

membentuk ruang berikutnya setelah dunia

kau berbicara tentang masa silam

yang belum sempat diurai Babad Tanah jawi

perempuan, pusaka , dan tahta

mulutmu terkunci

mata kita berseteru

aku membaca luka atas luka

tak perlu kau bercerita soal air mata

kerinduan atas seorang wanita

setelah kau lumpuhkan tahta serta pusaka

sejarah dan darah

Mari kita minum kembali

teh pahit buatan barantah

kita sarungkan trisula di balik jemari

menabuh genderang pertama

usai tombak beracun hendan mengantarkan kita pada usai

tombak tanpa nama

Lagi-lagi kau terdiam

mata kita bertatapan kembali

aku masuk

bermain kuda dan hujan

si kecil yang rebah dalam keheningan kakeknya

ganti aku yang membisu

sebutir air jatuh

tanganmu menangkapnya tanpa jarimu nampak bergerak

aku menyatukan tangan

menghaturkan sembah

untuk pelajaran berikutnya

lantas pergi dari matamu

menyisir lautan

mencari Kangjeng Sunan Kalijaga

sekedar menghaturkan cawan kosong

darimu

kau tersenyum, tuan

mempersilahkan seorang perempuan membakar cempaka

aku melihatnya

lengkap dengan matanya

yang beda dengan kita

Des ’08

3 thoughts on “Mata Cerita (Kagem Panembahan Senopati

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s