hari yang melelahkan

beberapa hari terakhir mata dan otakku menghamba pada komputer. menyelesaikan sebuah laporan. fiuh. laporan. manusia dan kemanusiaan. air dan luka.

sebenanya sejak kapan manusia harus melaporkan sesuatu dengan verbal dan bukti-bukti instan? seolah manusia tidak mengakui lagi adanya sasmita dan logika. jika aku melakukan solat lengkap dengan sujud, bukankah sudah bisa disimpulkan bila aku Islam? tak perlu ditulis Islam pada KTP.  tapi ya sudahlah, itu seolah telah menjadi bagian dari ritme kehidupan itu sendiri. sehingga kurang absah jika seorang yang beragama Islam tidak berteriak di pinggir jalan ALLAHU AKBAR!!! berkali-kali dengan urat leher yang mencuat. padahal tanpa bertakbir sekalipun, Gusti itu ya sudah besar. jangan pikir kamu bisa membesarkan Gusti, seolah kau lebih gusti. dan ketika aku mengambil air di sebuah tempat keramat untuk mengobati si sakit, aku sudah dinyatakan musrik. menuhankan air keramat meskipun aku sudah membaca syahadat sebelum mengambil air tersebut. kenapa jadi campur aduk begini? padahal niatku mengambil itu juga hanya sebagai media saja, aku tetap meyakini Gusti kang nguasani jagat lah yang menyembuhkan. memang apa bedanya kau ke dokter dengan ke makam leluhur yang punya kedekatan dengan Gusti? sama-sama hanya sebagai perantara bukan?

kenapa aku jadi ngomongin ke agama ya?hahahahaha. apa jangan-jangan aku yang setan?karepmulah. hahahahaha. aku setan, aku setan, aku setan,aku setan. hahahahahahahahaha. aku setan, aku setan,

AKU SETAN!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

“Ini pak Bos, laporan sudah selesai. silahkan diperiksa, diamati dengn teliti. semuanya sudah sesuai dengan uang yang anda beri. jika kemarin aku membayarimu makan di angkringan dengan uang projek tentu tidak kulaporkan. begitukan maumu?”

hahahahahahahahahahaha.

hidup uang!!!!!!!!

Hidup uang yang maha diraja!!!!!!!!!!

hahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahaha

ayo kita beli tuhan, yang murah saja, yang penting sakti dan multi fungsi. sukur bisa kita suruh-suruh. jadi mobil bagusmu tidak pernah kena air hujan. bukan tuhan yang cerewet, ini ndak boleh itu nggak boleh. atau biar ngirit kamu nyembah aku saja, hahahahahahahahahahahahahahahaha.

oalah pak bos, pak bos. mukamu lucu sekali  seperti Calon Arang yang belum bisa menari,

One thought on “hari yang melelahkan

  1. “ayo kita beli tuhan, yang murah saja, yang penting sakti dan multi fungsi”
    kita pikir, hampir selalu, untuk menggambarkan tuhan sbg konsep yg masuk akal dan dapat menjawab kosongnya ruang hidup kita. Kenapa tidak sekalian saja melukiskan tuhan sbg yg tak dapat masuk akal? dg dmikian kita gag perlu berharap ‘tuhan’ dengan kesaktiannya memberikan kita fasilitas ini-itu. Jika tuhan tak masuk akal, toh kita gag bs berharap dia multi fungsi. emang ya…pikiran filosofis ttg tuhan seakan-akan mem-benda-kan tuhan sedemikian ngawurnya… tapi, itulah manusia…makhluk yg tak kerasan dg hal-hal tak masuk akal, utk tempat pelarian bagi keterasingannya di dunia konyol ini…hwaakakakkakkk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s