izinkan aku kembali menjadi bocah

om… om…. santi…. omm… swastiastu…

om…

aku melihat seperangkat bocah bermain kelereng ditaman. aku melihat sessok bayi menendang dada ibunya dengan tawa yang membuncah.aku melihat tawa mereka memecah setelah jatuh dari jalannya yang belum tegak.aku melihat para bocah terbahak ketika ibunya penuh keringat mengepulkan asap.aku melihat mereka tersenyum digendongan sang ibu yang tangannya dipenuhi kayu bakar.aku melihat seorang anak menangis ketika pesta kebun.

ooo…

para makhluk yang dilindungi dewa..

para makhluk yang dinaungi keberanian sang hyang hidup

betapa kau dipenuhi betapa

makhluk yang mengingatkanku pada kebebasan yang sesungguhnya.

tawa dan tangis mereka adalah kejujuran nurani tanpa mengenakan baju norma yang terlampau sesak atau justru kedodoran. mata mereka adalah ketulusan cinta sejati. tindakan mereka ialah keberanian yang sebenarnya; memukau tanpa tendensi. sehingga mereka akan tetap tertawa setelah tangis mereka ditipu sang dewasa.aku hendak kembali pada omelan dewata yang tak berarti apapun kepadaku kecuali tampag yang berubah menakutkan.

aku ingin kembali menjadi bocah…

tapi cermin ini tidak mengjinkanku.cermin ini selalu menampakkan ketuaanku, lengkap dengan beban yang membuat senyumku tak lagi muncrat dengan sempurna. derita saudara perempuanku.masalah kakekku.persoalan negeriku.dan ini, dan yang disana, juga ini. semua itu terlukis dengan lengkap di cermin.

aku ingin menjadi bocah kembali

hidup tanpa beban dan nestapa. cermin,kenapa kau tak rela menampakkan wajah kecilku?sejenak saja.biarkan aku tenggelam dalam kenikmatan sesaat. sebentar saja.sedetik saja.cermin…

6 thoughts on “izinkan aku kembali menjadi bocah

  1. tapi dunia menuntut kedewasaanmu, pemikiranmu, dan semua bebanmu yang membuatmu jadi keren. Menjadi LAKON dalam segala hal kecil yang telah diLAKOni olehmu…
    aku juga selalu ingin kembali jadi anak2
    tapi setelah aku melihat perubahan selama beberapa ratus yang
    serasa setelah bangun tidur
    aku ingin katakan pada setiap orang
    “Aku siap Melangkah!”
    entah apa yang akan kujalani
    aku sendiri juga tidak tahu
    apa kau mau berjalan bersama kami
    wahai Engkau Putera Mataram????

  2. “tapi seorang harus menyangkal dirinya
    memikul salibnya
    dan mengikut Aku”
    jarene Yesuse wong Kristen kae ngono
    tapi nikmatilah hidupmu selagi Engkau muda
    nikmatilah hari2mu
    dari terbit matahari sampai kesudahannya
    apa yang kamu makan, harta, tahta, wanita, puaskan segala hasratmu
    suatu hari kelak kau akan mengerti
    kenapa?siapa?apa yang sebenarnya kamu hadapi? harus bagaimana?
    tapi ngomong2 kenapa pedangmu bau darah?
    apa yang kamu lakukan terhadapnya?

  3. hidup ini harus terus berjalan dan terus berjalan….jangan terhenti karena ada lobang kerikil yang membuat keri telapak kaki……so next future

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s